Kamis, 28 Juni 2012

Secuil Foto di Air Sugihan, 20-21 Juni 2012

Ini adalah segelintir foto dari liputan khusus ke Desa Bukit Batu dan Desa Sido Makmur, Kec. Air Sugihan OKI, 20-21 Juni 2012.....


Sesampainya di Desa Bukit Batu.....











Suasana Desa Bukit Batu yang tenang.....











Jalan desa yang lurus.... Gersang.... (Kalo ujan, berlumpur)


















Rumah dan bangunan publik di desa Sido Makmur...






















Liputan tentang ini nih.... Apa yang di kerjakan oleh PT. SBA, adalah membangun desa tersebut....














Kendaraan operasional masyarakat desa Sido Makmur.... Aslinya mobil (casisnya saja), namun dirombak jadi seperti ini....









Foto bareng di lahan dan balai desa Desa Sido Makmur.... Kemana saya??? Saya fotografernya...... :D















Ahaaayyyy..... Wajah lelah menjalani tugas.... :D















Perananan HTI dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional



GS. Setelah Desa Banyu Biru dan Desa Sido Makmur yang lebih dulu mengadakan penandatanganan kerjasama (MoU) dalam pengelolaan lahan Tanaman Kehidupan di Hutan Tanaman Industri (HTI), kini PT Bumi Andalas Permai (BAP) kembali mengajak masyarakat Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, untuk bekerjasama dalam hal yang sama.
Acara penandatangan kerjasama (MoU) itu dilaksanakan pada Rabu (20/06) di Balai Desa Bukit Batu. Acara tersebut dihadiri oleh Pihak Manajemen PT. BAP Iwan Setiawan, Dinas Kehutanan Kab. OKI Irawan Safri, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kab. OKI H. Rosidi, Dinas Koperasi Nugroho dan Toni, Camat Air Sugihan yang diwakili oleh Khotib, Kepala Desa Bukit Batu Junaidi dan puluhan masyarakat dari beberapa kelompok tani dari Desa Bukit Batu.

Iwan Setiawan mengungkapkan bahwa MoU ini merupakan awal kerjasama Pengelolaan Tanaman Kehidupan antara HTI PT BAP dengan masyarakat desa Bukit Batu. “Acara MoU ini merupakan langkah awal dalam pengelolaan tanaman kehidupan bersama masyarakat desa Bukit Batu, jadi tidak hanya sebatas MoU ini saja, tetapi kita akan terus bekerjasama sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Dalam hal ini, HTI PT. BAP bekerjasama dengan masyarakat Desa Bukit Batu dalam pemanfaatan dan pengelolaan lahan tanaman kehidupan, seluas 910 Ha yang akan dijadikan lahan penyediaan tanaman pangan. Sebelumnya Desa Banyu Biru dan Desa Sido Makmur telah bekerjasama dengan HTI PT. BAP dalam pemanfaatan lahan dan hutan seluas 80,3 Ha dan 325 Ha.

Kemudian, dalam rangkaian kegiatan kerjasama yang sebelumnya telah dilakukan dengan masyarakat Desa Sido Makmur, Kamis (21/06) HTI PT BAP bersama instansi terkait juga meninjau lahan tanaman kehidupan yang sedang dipersiapkan dengan menggunakan alat berat sekaligus juga membantu pembentukan kelembagaan desa berupa koperasi di desa Sido Makmur. Dalam proses pembentukan koperasi dan proses pemilihan pengurus koperasi, suasana demokrasi sangat terasa di sana. Di awali dengan pencerahan tentang fungsi koperasi dan perdebatan yang cukup alot dalam pemilihan pengurus koperasi, namun akhirnya masyarakat sepakat dan mufakat terbentuklah koperasi dan pengurus koperasi yang sesuai dengan pilihan masyarakat desa tersebut.
Terbentuknya koperasi tersebut bertujuan sebagai wadah ekonomi masyarakat untuk dapat memenuhi sarana produksi (saprodi) dalam bidang pertanian sekaligus sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat desa tersebut. Langkah awal yang harus dilakukan koperasi tersebut adalah menghimpun dana yang akan digunakan untuk menyediakan saprodi (benih, pestisida dan pupuk) kepada petani sesuai dengan luas lahan dan kebutuhannya, sehingga masyarakat tidak harus berurusan dengan para spekulan (tengkulak), karena selama ini petani sudah merasa sangat dibantu oleh para spekulan (tengkulak) dalam memenuhi kebutuhan saprodinya dengan system “yarnen” (dibayar pas panen) walaupun pada akhirnya para spekulan akan menekan harga padinya yang terkadang tidak sesuai dengan harga pasar. 

Di Desa Sido Makmur sendiri sudah memasuki proses pencetakan sawah yang telah dilakukan pada awal Juni lalu dengan mendatangkan 3 alat berat yang saat ini sedang digunakan untuk membuat saluran irigasi. Desa Sido Makmur juga sudah banyak terbantu dengan adanya kerjasama dengan HTI PT. BAP. Saat melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) pada bulan lalu, HTI PT. BAP menyumbangkan bantuan kepada masyarakat berupa mesin perontok padi dan juga menyumbangkan terpal untuk penjemuran padi. 


HTI PT. BAP juga akan memberikan bantuan mesin pencacah rumput yang akan dijadikan pupuk kompos, sehingga masyarakat desa dapat memanfaatkan rumput (gulma) yang biasanya dibakar tidak lagi membakarnya. Sehingga selain mendapat tambahan pupuk alternative untuk pertaniannya juga dapat mencegah kebakaran hutan dan lahan. Dalam kegiatannya HTI PT. BAP bekerja sama dengan Dinas Kehutanan dan Badan Lingkungan Hidup kab. OKI.
HTI PT. BAP semakin giat melakukan kerjasama dengan masyarakat, ini bertujuan untuk meningkatkan roda ekonomi masyarakat desa melalui program-program kerjasama yang dibuat oleh HTI. Adapun sistem kerjasama yang dilakukan oleh HTI dalah sebagai berikut:
1. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat desa yang akan diajak kerjasama dalam pemanfaatan lahan tanaman kehidupan.
2. Melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) pengelolaan lahan tanaman kehidupan. 
3. Pembentukan lembaga desa, yang dalam hal ini adalah membentuk sebuah koperasi mandiri yang berfungsi sebagai wadah penggerak ekonomi desa.
4. Melakukan pembinaan dan pendampingan dalam unit-unit usaha di Desa.

Peran HTI yang ingin meningkatkan ketahanan pangan diwujudkan dengan kerjasama-kerjasama tersebut. HTI ingin mengajak masyarakat untuk tetap bertani, sebab banyak masyarakat telah mengalih fungsikan lahan pertanian mereka menjadi lahan perkebunan seperti perkebunan sawit dan karet karena banyaknya kendala yang harus dihadapi oleh petani. Dengan adanya kerjasama tersebut, diharapkan adanya intensifikasi lahan pertanian yang ada dan Sumatera Selatan dapat mewujudkan Lumbung Pangan dan mensukseskan Program Peningkatan Produksi Beras Nasional.
Reporter: Dedek Mareta S.B
Foto: Dedek Mareta S.B
Editor: Dheni Puji Rahayu

Dikutip dari LPM GS UNSRI
Ini merupakan hasil dari liputan khusus bersama manajemen PT. BAP di Air Sugihan pada 20-21 Juni 2012.

Unsri Siap Gerakan Konsep Green Campus



GS. Minggu, (24/06) dilaksanakan Seminar Enviromental dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada tanggal 05 Juni yang lalu oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) SABAK Fakultas MIPA Unsri. Seminar yang dibuka lagsung oleh Pembantu Dekan III FMIPA Drs. Endro Setyo Cahyono, M.Si ini dihadiri sekitar 25 mahasiswa dari berbagasi fakultas yang sebagian besar dari Mapala. Seminar ini bertujuan agar mahasiswa dapat menghargai lingkungan yang ada disekitar mereka, terutama kampus Unsri sendiri. Seminar yang di adakan di ruang kuliah Doktor Unsri Pascasarjana Palembang ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dan mengundang dua pembicara yang telah berpengalaman di bidangnya, yakni dua dosen dari Fakultas MIPA. Dr. Bambang Yudono, M.Sc dan Dr. Ishaq Iskandar, M.Sc.
Saat ini Universitas Sriwijaya telah berusaha untuk menerapkan konsep Green Campus. Salah satu usaha dari Unsri adalah penyediaan sepeda di lingkungan kampus. Selain itu, Unsri juga telah membangun Water Conservation atau tempat penampungan air, adanya area jalan untuk pejalan kaki dan bersepeda, adanya penyediaan tempat sampah, lalu pepohonan hijau di area kampus. Tidak hanya sampai disitu, ada keunikan jika kita memperhatikan arsitektur dari gedung Rektorat. Dimana ketika kita masuk ke rektorat bagian tengah, kita akan melihat taman lalu ketika kita melihat ke atas, kita dapat langsung melihat awan putih di langit dengan sangat jelas. “Konsep arsitektur rektorat tersebut bertujuan untuk menghemat energi dan kelancaran sirkulasi udara serta cahaya. Hal ini terkadang tidak diketahui di kalangan mahasiswa Unsri” Kata Dr. Bambang Yudono selaku pembicara seminar.
Hal ini patut kita banggakan, dimana Unsri telah siap dengan konsep Green Campus. Namun sayangnya, hal ini tidak disadari oleh semua pihak terutama di kalangan mahasiswa. Sehingga kesadaran mahasiswa dalam mendukung Green Campus ini masih sangat rendah. Dalam acara seminar ini, kita diajak untuk ikut membangun konsep Green Campus karena sejatinya konsep tersebut melibatkan banyak pihak. Hal ini senada dengan harapan Andri Gunawan, Selaku Ketua Pelaksana Acara Seminar, “Saya berharap seminar yang kami adakan ini dapat membangun kepedulian rekan-rekan semua dalam menghargai lingkungan. Kita hanya perlu mengemas konsep Green Campus di lingkungan Unsri menjadi lebih nyata”. (dea/ddk)
Reporter: Dea Shinta Wulandari dan Dedek Mareta S.B
Foto: Dedek Mareta
Editor: Dheni Puji Rahayu

Dikutip dari LPM GS UNSRI

Rabu, 13 Juni 2012

Zulkifli Dahlan: 19.096 Peserta SNMPTN Pilih Unsri


GS. Rabu, (13/06) tes tertulis SNMPTN memasuki hari kedua. Hari ini para peserta ujian seleksi mengikuti ujian dengan mata ujian Kemampuan IPA dan Kemampuan IPS di seluruh Indonesia. Sebanyak 19.096 peserta tes tertulis SNMPTN memilih Universtias Sriwijaya sebagak pilihan pertama SNMPTN. Hal ini diungkapkan Zulkifli Dahlan, ketua Panlok 23 ujian tulis SNMPTN. “Sekitar 19.096 peserta tes ujian tulis SNMPTN dari seluruh Indonesia memilih Universitas Sriwijaya sebagai pilihan pertama dan ini membanggakan Unsri karena peminatnya banyak”, ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa peserta SNMPTN tahun ini naik dari 14.200 menjadi 17.767 peserta yang mengikuti tes di Panlok 23 dan memilih jurusan Pendidikan Dokter Umum (Kedokteran), Teknik Pertambangan (Teknik), dan Akuntansi (Ekonomi) sebagai 3 jurusan terfavorit. Ia mengungkapkan bahwa tak menyangka masuknya Teknik Pertambangan sebagai jurusan 3 terfavorit.

Ketika disinggung mengenai joki, ia mengungkapkan bahwa tidak ada joki yang beraksi pada tes ujian tulis SNMPTN di Panlok 23. Dan para pengawas juga sudah mengantisipasi aksi perjokian yang ada di Panlok 23. “Sampai saat ini belum ada laporan tentang adanya joki. Kemarin memang ada wartawan yang memfoto peserta ujian, tapi setelah kami lihat dari gambarnya itu bukan joki karena wajah yang ada di foto itu masih seperti baru tamat SMA, kan tidak mungkin baru tamat sudah jadi joki’’ tambah bapak berkacamata yang dulu pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor I Unsri ini. Panitia ujian tulis dari Panlok 23 juga sudah mengantisipasi aksi joki dengan menerapkan sistem yang rapi, baik saat pembagian soal maupun pengumpulan soal.

Tahun ini Unsri dapat menerima 4.000 mahasiswa untuk seluruh program studi dari SNMPTN yang terdiri 3.400 dari jalur tertulis dan 600 dari jalur undangan. Kemudian untuk jalur mandiri (USM) yang akan dilaksanakan setelah pengumuman SNMPTN nanti, Unsri dapat menerima menerima 2.000 mahasiswa untuk seluruh program studi atau jurusan.

Pengumuman SNMPTN sendiri dapat dilihat pada tanggal 6 Juli 2012 pada malam harinya di situs resmi SNMPTN di www.snmptn.ac.id atau pada tanggal 7 Juli 2012 di sekolah masing-masing atau di media massa seperti tahun lalu. (ddk/mna)
Foto: Dedek Mareta
Reporter: Dedek Mareta dan Mona Ervita
Editor: Dheni Puji Rahayu

Dikutip dari LPM GS UNSRI

Peserta SNMPTN Optimis Lulus Unsri


GS. Rabu (13/06) Peserta ujian tulis kembali mengikuti tes tertulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada hari kedua. Untuk hari kedua ini, mata ujian yang diajukan dalam tes tersebut adalah Kemampuan IPA dan Kemampuan IPS.

Saat dijumpai crew Gelora Sriwijaya pagi tadi di sela jadwal seleksi ujian tulis di Politeknik Sriwijaya, Yusuf salah seorang calon mahasiswa yang berasal dari SMA PGRI 2 Palembang mengaku optimis dirinya lulus seleksi masuk ke Universitas Sriwijaya. Ia memilih jurusan Ilmu Hukum, Pendidikan Sejarah, dan Agribisnis. “Ya soalnya juga lumayan susah, tapi optimis diterima di Hukum,” ujarnya. Hal senada juga diungkapkan Ida, calon mahasiswa dari SMK 1 Inderalaya Selatan. Ia memilih jurusan FMIPA Matematika, FKIP Bimbingan Konseling (BK) dan FKIP Pendidikan Kewarganegaraan dan ia pun optimis dapat diterima di FKIP Bimbingan Konseling Unsri.

Ketika di tanya mengenai pengawas ujian pada hari kedua, para calon mahasiswa baru ini pun mempunyai pendapat beragam mengenai pengawas ujian di hari kedua ini. Banyak yang menilai pengawas sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dan lebih baik dari kemarin. Pada hari pertama ujian tulis SNMPTN banyak paserta ujian yang mengeluhkan tentang pengawas ujian yang tidak memberi petunjuk waktu kepada peserta ujian dan lambat saat membagikan soal kepada peserta ujian tulis SNMPTN. (ddk/mna)

Foto: Mona Ervita
Reporter: Dedek Mareta, Mona Ervita
Editor: Dheni Puji Rahayu

Dikutip dari LPM GS UNSRI

Hari Kedua, Maba Unsri Keluhkan Pelayanan Panitia


GS. Rabu, (13/06) Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiwaan (BAAK) Unsri Inderalaya hari ini kembali dipadati para mahasiswa baru. Hari ini mahasiswa jalur undangan dan jalur Bidik Misi dari berbagasi fakultas melakukan registrasi ulang. Mahasiswa yang melakukan registrasi ulang pada hari ini adalah mahasiswa dari FK, FKM, FMIPA, FKIP, FISIP dan FH. Para mahasiswa baru ini mulai memadati BAAK sekitar pukul 08.00 WIB setelah mereka melakukan cek kesehatan di Klinik Unsri.

Berbagai pendapat terlontar dari mahasiswa baru ini mengenai mekanisme pendaftaran ulang hari ini. Kiki Rezeki, mahasiswa jalur undangan jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran yang mengeluhkan tentang pelayanan yang ia dapat saat melakukan registrasi hari ini. Ia mengaku mendapat hambatan saat registrasi karena ia bersama temannya tidak mendapat pemberitahuan mengenai persyaratan pendaftaran ulang, yakni tentang kartu SNMPTN. “Kami membawa kartu SNMPTN fotokopi karena tidak diberitahu harus membawa yang asli, jadi kami harus bolak-balik dari BAAK ke perpustakaan kemudian ke BAAK lagi untuk mencetak ulang kartu SNMPTN,” ungkapnya. Kiki juga menambahkan bahwa tidak tertibnya antrian di klinik saat cek kesehatan. “Tadi juga desak-desakan waktu cek kesehatan, antrian jadi tidak teratur karena panitia tidak mengatur barisan,” tambahnya.

Namun ketika disinggung tentang pelayanan dari mahasiswa yang membantu seperti BEM dari masing-masing fakultas dan anggota dari organisasi kedaerahan yang terjun langsung membantu, para mahasiswa baru mengaku senang dengan adanya bantuan dari mahasiswa Unsri yang ikut membantu. “Iya kakak-kakaknya baik-baik dan ramah membantu kami. Tadi juga saya dibantu untuk melengkapi persyaratan pendaftaran yang belum lengkap” lanjutnya.

Suasana yang terlihat di BAAK memang lebih ramai dari kemarin. Hal ini lah yang membuat para mahasiswa baru merasa kurang nyaman karena jumlah panitia dan mahasiswa yang mendaftar hari ini tidak sebanding dalam pelayanannya. (ddk/mna)

Foto: Mona Ervita
Reporter: Dedek Mareta dan Mona Ervita
Editor: Dheni Puji Rahayu

Dikutip dari LPM GS UNSRI

Registrasi Ulang Maba, saat SNMPTN Ujian Tertulis


GS. Bertepatan dengan hari pertama Ujian SNMPTN Tertulis secara Nasional Selasa, (12/06) dilaksanakan pendaftaran ulang mahasiswa baru Universitas Sriwijaya untuk jalur SNMPTN Undangan dan Bidik Misi tahun 2012. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yaitu pada hari Selasa dan Rabu, 13 Juni 2012. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Sub Bagian Kerjasama UNSRI, Mas’ud, calon mahasiswa Universitas Sriwijaya untuk jalur undangan dan Bidik Misi ini berjumlah 450 orang yang terdiri dari 420 mahasiswa Kampus Indralaya Undangan dan 30 mahasiswa Kampus Palembang. “Untuk hari ini kita buka registrasi ulang untuk empat fakultas, ada Teknik, Ilkom, Pertanian, dan Ekonomi” ujar bapak yang berkacamata ini.

Menurut Mas’ud alur pendaftan ulang ini dimulai dari proses pembayaran di Bank. Untuk mahasiswa Kampus Palembang dapat melakukan pembayaran di Bank Sumsel dan untuk mahasiswa Kampus Indralaya dapat melakukan pembayaran di Bank BNI 46. Setelah melakukan pembayaran mahasiswa baru dapat melakukan tes kesehatan di Poliklinik Universitas Sriwijaya dengan mengisi formulir dan menunjukkan bukti pembayaran. Setelah dinyatakan lulus dalam tes kesehatan mahasiswa baru langsung menuju loket di BAAK untuk melakukan registrasi ulang.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam melakukan registrasi ini, diantaranya, menunjukkan bukti peserta SNMPTN Undangan. Setelah peserta dinyatakan benar calon mahasiswa baru, petugas loket akan memberikan map yang berisi empat lembar berkas yang terdiri blanko mahasiswa, blanko pengambilan jaket, surat pernyataan tidak menggunakan narkoba, dan kuesioner. Setelah selesai mengisi keempat berkas tersebut, maka map dikembalikan lagi ke loket pengambilan dan dilengkapi dengan ¬print out registrasi online, bukti pembayaran, ijazah/surat keterangan lulus asli. Beberapa saat kemudian mahasiswa baru akan menerima KPM (Kartu Pengenal Mahasiswa).

Terlihat suasana di BAAK Kampus Unsri Inderalaya, para mahasiswa baru sedang melakukan pendaftaran ulang. Para mahasiswa baru yang masih bingung tentang mekanisme pendaftaran dapat terbantu dengan adanya mahasiswa dari BEM masing-masing fakultas yang siap membantu para mahasiswa baru. Selain BEM Fakultas, disekitar BAAK juga terdapat tenda-tenda dari BEMU, DPMU, dan berbagai organisasi kedaerahan. (hazo/ddk)

Foto: Harun Al-Rasyid
Reporter: Harun Al-Rasyid dan Dedek Mareta
Editor: Dheni Puji Rahayu

Dikutip dari LPM GS UNSRI

Selasa, 12 Juni 2012

Dahlan Iskan : “Meskipun Sepatu Skate, tapi Sepatu Saya Mahal Sekali”


GS. Menteri BUMN sekaligus pemilik surat kabar Jawa Pos, Dahlan Iskan, Senin (11/6) pagi memberi kuliah perdana dalam acara Penyelenggaraan Program dan Pelatihan Wartawan Tingkat Madya Angkatan Pertama dan acara Sekolah Jurnalisme Indonesia yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan. Acara yang dibuka oleh wakil gubernur Sumatera Selatan H. Eddy Yusuf ini dihadiri oleh para wartawan dari berbagai media, baik media cetak, online maupun pertelevisian.

Dalam acara yang diselenggarakan di Griya Agung Palembang tersebut, Dahlan Iskan mengajak para wartawan undangan untuk maju ke atas panggung dan memberi kesempatan kepada para wartawan untuk bertanya apa saja kepada menteri kelahiran 17 Agustus 1951 tersebut. Satu persatu wartawan yang maju kedepan memberikan pertanyaan dan dijawab langsung dengan bijak oleh mantan Direktur Utama PLN tersebut. Namun ada satu pertanyaan yang berbeda dari pertanyaan lain. Salah seorang wartawan bertanya kepada Dahlan Iskan tentang sepatu menteri tersebut, “Pak anak saya bertanya, mengapa bapak yang seorang menteri tapi memakai sepatu skate ?”. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh Dahlan Iskan, “Meskipun sepatu skate, tetapi sepatu saya mahal sekali”. Jawabnya sembari melihat sepatunya. Sontak jawaban tersebut mengundang tawa dari para peserta yang hadir.

Dahlan Iskan juga menjelaskan bahwa dirinya sempat memakai sepatu buatan Amerika, namun saat ini ia sudah memakai sepatu buatan negeri sendiri, DI 19 yang berarti Demi Indonesia. Ia juga mengajak semua yang hadir di acara tersebut untuk memakai sepatu buatan negeri sendiri.

Seusai acara, para wartawan diajak untuk berfoto bersama menteri yang lahir di Magetan, Jawa Timur tersebut. Setelah di wawancarai, beliau langsung meninggalkan lokasi dengan mobil yang disediakan. Namun uniknya beliau yang meninggalkan lokasi bersama rombongan, menyetir mobil sendiri dan tidak berkenan untuk menggunakan sopir. (Ddk/Tdy)
Reporter: Dedek Mareta, M. Teddy F 
Foto        : M. Ridwan
Editor     : Solikha Yulia Rokhman
 
Dikutip dari LPM GS UNSRI

Jelang Tes SNMPTN 2012, Pedagang Musiman Banjiri Unsri Bukit

GS. Satu hari menjelang tes tertulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN) 2012, Senin (11/6) para pedagang musiman mulai banjiri Kampus Unsri Bukit Besar, Palembang.

Para pedagang perlengkapan alat ujian ini memanfaatkan momen para calon mahasiswa baru yang mencari lokasi tempat duduk untuk tes tertulis keesokan harinya. Mereka menjual alat tulis seperti pensil 2B, penggaris ujian, papan ujian, hingga fotokopi soal tes tertulis tahun kemarin. Mereka juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menjual barang dengan harga lebih tinggi. Misalnya papan ujian yang dijual seharga Rp 15.000.

Salah satu pedagang, Ria mengaku sudah berdagang di kampus Bukit sejak SNMPTN tahun lalu. Ia mulai menjajakan dagangannya yang dimulai pagi dari pukul 08.00 WIB dan dilanjutkan hingga esok pagi sebelum tes dimulai. Ia juga mengungkapkan jika keuntungan penjualan tahun kemarin memiliki keuntungan yang lumayan banyak sehingga untuk tahun ini ia mencoba berjualan kembali di Unsri Bukit. (Ddk/Rdwn)
Reporter: Dedek Mareta, M. Ridwan
Foto        : Teddy
Editor      : Solikha Yulia Rokhman

Dikutip dari LPM GS UNSRI

Presma: Banyak Satpam Unsri yang Alih Fungsi


GS. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 28 Mei 2012 Crew LPM Gelora Sriwijaya menemui Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya, Daud Zen di sekretariat BEM Unsri terkait surat edaran rekomendasi mahasiswa ke pihak Rektorat yang dikeluarkan oleh BEM Unsri tentang keamanan kampus Unsri. Dalam surat yang dikeluarkan pada bulan Mei yang lalu, terdapat 7 (tujuh) poin yang merupakan masukan dari mahasiswa Unsri. Dari 7 poin, terdapat 3 poin yang membahas soal satpam di lingkungan Unsri. Berikut petikan wawancara kami bersama Presma Daud Zen tentang keamanan dan satpam di Unsri.
Permasalahan keamanan Unsri ini ada pada jumlah satpam yang berkurang, apa pendapat anda mengenai hal tersebut???
Unsri sendiri memiliki satpam yang seluruhnya berjumlah 62 orang, baik satpam kampus dan satpam fakultas. Tap ternyata 62 satmap tersebut hanyalah angka. Setelah satu tahun kita evaluasi ternyata kita menemukan fakta di lapangan banyak satpam yang alih fungsi. Seperti di FISIP, mereka memiliki 2 satpam namun sekarang menjadi karyawan di fakultas tersebut. Begitu juga di fakultas-fakultas lain, banyak satpam yang juga menjadi karyawan. Jadi kita minta, mana satpam kampus mana satpam fakultas. 
Mengenai satpam kampus dan satpam fakultas, apakah anda hanya memantau kinerja satpam yang hanya ada di fakultas???
Tentu tidak, kami memantau seluruhnya. Jadi dari total 62 satpam yang ada di lingkungan Unsri, 30 di antaranya merupakan satpam kampus. Namun 30 tersebut merupakan angka, bukan fakta di lapangan. Untuk kinerja bisa kita lihat sendiri. Seperti di pos satpam depan yang memiliki 6 satpam, di rektorat ada 2 satpam, namun kinerjanya tidak sesuai jumlah. Artinya angka 62 itu mesti di evaluasi lagi dan untuk tiap fakultas paling tidak memiliki 2 satpam yang siap menjalankan tugasnya.
Pada poin ke-lima yaitu akses utama kampus hanya gebang depan. Artinya pintu belakang yang ada di depan Citra akan ditutup.
Mengapa akses gerbang tersebut harus ditutup, dan adakah protes atau yang merasa keberatan terkait hal tersebut???
Ini merupakan usaha untuk mengurangi sistem akses masuk yang kurang bagus di Unsri karena banyak memiliki akses masuk namun bebas pula masuk. Artinya jalur-jalur yang kita ketahui saja yang jadi akses masuk. Alasan ditutupnya pintu yang berada di depan Citra ialah agar jika ada pencuri yang masuk, ia tidak memiliki jalur untuk keluar. Ini merupakan rekomendasi mahasiswa terkait pencurian yang sering terjadi di Masjid Al-Ghazali. Jadi untuk sementara ditutup. Kecuali bagi pejalan kaki. Jadi ini merupakan shock therapy dan kemungkinan dibuka lagi itu ada. Untuk protes dari mahasiswa soal penutupan akses, sampai hari ini (28 Mei, red) belum ada. 
Dari pantauan anda, fakultas mana saja yang sudah memperbaiki sistem keamanan setelah turunnya surat rekomendasi tersebut???
Fakultas Ekonomi sendiri sudah mulai ada gerakan. Parkiran-parkiran sudah mulai ditertibkan. Artinya rekomendasi tersebut sudah mulai dijalankan. Namun isi dari rekomendasi ini juga ada yang mulai dijalankan ada juga yang belum. Dan yang belum berjalan ialah poin nomor 4 soal sterilisasi dari pihak yang tidak berkepentingan. Karena masih kita lihat anak-anak sekolah yang masih masuk lingkungan Unsri yang sering nongkrong seperti di bawah sekret BEMU sendiri. 
Dalam wawancara tersebut, Daud Zen juga menjelaskan perihal surat tersebut. Surat edaran tersebut merupakan surat hasil rekomendasi mahasiswa Unsri yang diajukan ke BEMU dan Presma Unsri yang dilanjutkan dan disetujui oleh Rektor Unsri Prof. Dr. Badia Perizade M.B.A yang juga berguna untuk kepentingan keamanan warga Unsri itu sendiri. (Ddk, Mna)
Reporter: Dedek Mareta, Mona Ervita
Foto: Dok. Pribadi
Editor : Imam Rosevelt Dimas

Dikutip dari LPM GS UNSRI

Talk Show dan Reuni Akbar Tutup Rangkaian Milad Ukhuwah


GS. Badan Otonom (BO) Ukhuwah Fakulkas Ekonomi Unsri menggelar Talk Show dan reuni akbar kader Ukhuwah dalam rangka Semarak Milad Ke-10 Ukhuwah. Acara yang berlangsung di aula gedung Magister Manajemen (MM) Unsri Bukit Besar pada Minggu (10/6) ini tetap berjalan walau hanya dihadiri sedikit peserta. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menghadirkan narasumber H. Yuswar Hidayatullah ketua FUI Sumatera Selatan dan Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi Drs. H. Dian Eka, M.M dengan tema “Tantangan Ukhuwah Dalam Pekatnya Moral Bangsa”.

Sepinya peserta disebabkan karena keesokan harinya mahasiswa banyak yang melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). Begitu pula yang diungkapkan Febri Fransiska, ketua umum B.O Ukhuwah. “Peserta banyak yang ujian, dan juga acara hari ini bertabrkan dengan acara dari Nadwah yang juga mengadakan acara hari ini, sehingga menyebabkan para tamu undangan juga tidak bisa hadir”, ungkapnya.
Acara kemudian dilajutkan dengan penutupan rangkaian acara Semarak Milad Ke-10 BO Ukhuwah pada pukul 11.30 WIB. Dalam penutupan acara ini juga dibacakan pemenang dari kompetisi yang diadakan oleh Ukhuwah. Berikut nama-nama pemenangnya:
Lomba Essay:
- Juara 1: Asmiati (FKIP)
- Juara 2: Miranti Dea Dora (PSIK)
- Juara3: Norma Juainah (FISIP)
Lomba Video Flash:
- Juara 1: Fairuz Hiwa (SMA 5 Palembang)
- Juara 2: Anton Hermadi (Fakultas Pertanian Unsri)
Lomba Kaligrafi
Mahasiswa
- Juara 1: Yuli Erviana (IAIN Raden Fatah Palembang)
- Juara 2: Rahmat Ardi (IAIN Raden Fatah Palembang)
- Juara 3: Orin Misfik (Unsri)
Pelajar
- Juara 1: Rahmat Al-Amin
- Juara 2: Wawan
- Juara 3: Efri Oman
Setelah acara talkshow tersebut, setelah shalat Dzuhur acara dilanjutkan dengan reuni akbar antar kader pengurus BO Ukhuwah yang telah berumur 10 tahun tersebut. (Ddk)

Reporter: Dedek Mareta
Foto: Dedek Mareta
Editor : Imam Rosevelt Dimas

Dikutip dari LPM GS UNSRI

Rabu, 06 Juni 2012

Semarak Milad Ke-10 Ukhuwah


GS. Senin, (04/06) Badan Otonom LDF Ukhuwah Fakultas Ekonomi Unsri mengadakan pembukaan acara Semarak Milad Ke-10 BO Ukhuwah FE Unsri di pelataran Mushola Fakultas Ekonomi. Acara yang dibuka langsung oleh ketua umum Ukhuwah, Febri Fransiska pada pukul 10.00 WIB ini, diisi ceramah oleh Ust. Muttaqin serta terdapat bazaar-bazar berbagai barang seperti aksesoris, jilbab hingga makanan dan minuman. Bahkan hari Jum’at nanti ada bazar buku dari mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang.

Dalam Milad Ukhuwah ini terdapat serangkaian acara yang digelar, diantaranya :
- Islamic Competition yaitu berbagai kompetisi lomba seperti Essay, nasyid, kaligrafi, MTQ, dan video flash competition. Seluruh lomba tersebut terbuka untuk seluruh pelajar SMA/sederajat hingga mahasiswa yang berlangsung pada 4-8 Juni 2012.
- Nonton bareng film Negeri 5 Menara pada 5 Juni 2012.
- Bakti social ke SD 11 Tanjung Raja pada 9 Juni 2012.
- Talk show dan reuni akbar kader BO. Ukhuwah pada 10 Juni 2012 di aula MM Unsri Bukit.

“Tujuan digelar acara ini tidak lain ialah agar syiar Islam lebih dekat kepada para generasi muda melalui kegiatan modern namun bertema Islam seperti ini,” Kata Rido Aprianda selaku ketua pelaksana Semarak Milad Ke-10 Ukhuwah. (ddk)

Foto: Dedek Mareta 
Reporter: Dedek Mareta
Editor: Dheni Puji Rahayu

Dikutip dari LPM GS UNSRI

Hari Pertama, TransMusi Sepi Penumpang


GS. Senin (28/5) Bus Rapid Transit (BRT) TransMusi , hari ini pertama beroprasi untuk melayani mahasiswa Unsri dari kampus Bukit Besar ke kampus Inderalaya sepi penumpang. Kemungkinan ini disebabkan oleh ketidaktahuan para mahasiswa jika bus TransMusi telah mulai beroprasi hari ini dan juga minimnya sosialisasi dari pihak Unsri maupun TransMusi sendiri.

Sepinya penumpang ini juga diungkapkan Edy Susanto, sopir bus TransMusi, “Hari ini sepi penumpang, malah tadi dari Bukit tidak ada”. Hal senada juga diutarakan oleh Utari, mahasiswa Ilkom’11. Ia mengaku baru tahu adanya bus TransMusi yang langsung melayani dari kampus ke kampus karena melihat rentetan bus yang berjejer di terminal kampus. Ia juga mengaku lebih memilih TransMusi karena dari segi keamanan yang lebih terjamin dan suasana baru saat pulang pergi ke kampus.

Bus TransMusi yang khusus melayani Mahasiswa Unsri tetap memberlakukan system point to point (tidak transit atau menaik/turunkan penumpang di tengah jalan). Bus tersebut diberangkatkan di empat titik pada awal pemberangkatan, yakni 1 bus di simpang Polda, 2 bus di depan BNI Syariah Cinde, 1 bus di Unsri Bukit, dan 1 bus di Jakabaring dan mulai beroprasi mulai pukul 06.00 WIB.

Untuk tarif dari kampus Bukit ke Kampus Inderalaya dikenakan tarif sebesar Rp. 7.000 dan sudah mulai menggunakan SmartCard. SmartCard tersebut dapat dibeli diatas bus dengan harga Rp. 18.000 dan sudah termasuk pulsa sebesar 10.000.

Namun 5 bus yang beroprasi hari ini adalah bus lama TransMusi yang biasa melayani trayek dari terminal Alang-alang Lebar – Ampera. Bus eks Sea Games yang merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat belum dapat beroprasi karena masih menunggu proses mutasi yang masih menggunakan plat B (Jakarta) dan masih menggunakan plat merah. Sehingga TransMusi sementara waktu ini mengoprasikan bus lama tersebut, untuk menepati janji kepada pihak Unsri. (Ddk,Mna)

Reporter : Dedek Mareta, Mona Ervita
Foto       : Dedek Mareta
Editor     : Solikha Yulia Rokhman

Dikutip dari LPM GS UNSRI

Stand Up Comedy, Tutup Rangkaian Serdadu Kumbang


GS. Pada jumat (1/6), BEM Universitas Sriwijaya menggelar acara Stand Up Comedy. Acara yang bertempat di auditorium Unsri Inderalaya tersebut sekaligus menutup rangkaian acara Semarak dalam Edukasi dan Kebangkitan Untuk Bangsa (Serdadu Kumbang) yang dipersembahkan oleh BEM Unsri.
Dalam acara ini dilaksanakan lomba Stand Up Comedy pada pukul 09.00 pagi dan diikuti oleh 25 comics dari mahasiswa Unsri sendiri. Dan pada pukul 14.00 WIB acara dilanjutkan dengan show Stand Up Comedy yang turut mengundang Asep Suaji, seorang comics yang aktif di acara Galu Nite Metro TV. Saat diwawancarai, comics yang baru pertama kali ke Palembang ini mengaku bangga karena comics dari Unsri sudah banyak peminat. “Bagus-bagus, keren, pesertnya juga banyak. Terus-terus aja latihan untuk comicsnya”. Penampilan Asep memang sudah ditunggu 1800 penonton yang mengisi ruangan auditorium. Namun sayangnya ia hanya tampil sekitar 15 menit karena padanya jadwal dan harus segera meninggalkan Unsri. 
Dalam acara tersebut juga disebutkan para pemenang dari berbagai lomba yang diadakan dalam Serdadu Kumbang, diantaranya:
- Karikatur:
Juara 1 : Agus Prasetyo
Juara 2: Widia Anggita Putri
Juara 3: Lia Amelia
- Faculty Awards:
Fakultas Terbersih: FASILKOM
Fakultas Terapi: FASILKOM
Fakultas Teraktif: FKIP
- Debat Politik:
Juara 1, Fakultas Hukum : Riani, Rahmat, Fikri
Juara 2, Fakultas Hukum: Wira, Isma, Rafiq
Best Speaker: Riani Anggraini
- Stand Up Comedy:
Juara 1: Fedro Dwi Putra, FKIP’10
Juara 2: Zainal Abidin, FKIP’10
Juara 2: Dimas Bramantyarso, FP’10
Serdadu Kumbang merupakan program dari serangkaian kegiatan yang diadakan oleh BEM Unsri tahun 2012 dan di ketuai oleh A. Martunus FH’10 untuk memperingati 123 tahun Hari Pendidikan Nasional dan 104 tahun Hari Kebangkitan Nasional yang bertujuan agar mahasiswa mengingat tentang Hari Pendidikan dan Hari Kebangkitan Nasional melalui beragam kegiatan yang dilaksanakan dalam Serdadu Kumbang tersebut. (Ddk,Agg)
 
Reporter : Dedek Mareta, Widia Anggita
Foto : Dedek Mareta
Editor : Imam Rosevelt Dimas

Dikutip dari LPM GS UNSRI

Dokter, Suster, dan Pasien ala “Klinik Jiwa” PBSI


GS. Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) angkatan 2009 FKIP Kampus Palembang menggelar drama berjudul “Klinik Jiwa” pada Sabtu (19/05) di Gedung Graha Budaya Jakabaring.
Klinik Jiwa adalah drama karya seniman teater asal Solo Jawa Tengah, Rudolf Puspa. Drama yang di sutradarai oleh Halyati Kurnia ini dibuka langsung oleh Kepala Bagian Kemahasiswaan Unsri Baharudin. SE. Ak sebagai perwakilan dari Rektor Unsri yang dalam kesempatan ini berhalangan hadir. Beliau resmi mebuka acara pada pukul 14.30 WIB. Dalam sambutannya beliau mendukung dan mengapresiasi acara tersebut.

“Tidak ada perbedaan antara kampus Palembang dan Inderalaya dan kami sangat mengapresiasi pertunjukan ini,” ungkapnya.

Menurut Okta Amelia selaku Pimpinan Produksi, acara tersebut bertujuan sebagai penerapan mata kuliah Teori Apresiasi Drama yang ada di semester empat di apresiasikan di semester enam dalam bentuk drama seperti ini. 
Acara ini dihadiri lebih dari 450 penonton, mulai dari dosen FKIP Unsri, mahasiswa, siswa sekolah tingkat SD sampai SMA dan umum seperti rombongan siswa dari SMA 1 Inderalaya Utara dan SD 268 Sungai Pinang dan para mahasiswa dari FKIP PBSI Kampus Palembang itu sendiri.

Dalam pertunjukan ini menggambarkan tentang kehidupan di sebuah klinik jiwa yang diantaranya tentang kehidupan para pasien dan dokter serta suter di klinik tersebut namun dikemas secara komedi. 
Diantara tokoh-tokoh yang berperan dalam drama tersebut, tokoh yang menjadi favorit penonton adalah tokoh office girl yang diperankan oleh Nurlela yang juga menjadai Astrada (assitan sutradara) dan tokoh suster yang diperankan oleh Oktavia Noprida.

Tidak hanya pementasan drama yang ditampilkan, ada juga pementasan tari Tanggai dan pembagian doorprise kepada penonton pada akhir acara. (ddk/Iph)

Foto : Dedek Mareta
Reporter : Dedek Mareta dan Hanipah Mawarni
Editor: Dheni Puji Rahayu

Dikutip dari LPM GS UNSRI