Minggu, 03 Maret 2013

Dies Natalis, MAFESRIPALA Bersihkan Kaca Dekanat


Images0904
GS. BO Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Pecinta Alam (MAFESRIPALA) mengadakan aksi penanaman 150 pohon sebagai puncak peringatan Dies Natalisnya yang ke-34 tahun. Kegiatan tersebut diadakan pada Rabu (20/2) lalu di sebelah lahan pohon jati yang ada di lingkungan Fakultas Ekonomi Kampus Inderalaya. Sebelumnya anggota MAFESRIPALA telah mengadakan beberapa kegiatanl lainnya seperti acara pemotongan tumpeng pada 27 November 2012 sebagai hari jadinya dan pengibaran bendera MAFESRIPALA dan Fakultas Ekonomi di Gunung Dempo pada bulan Januari lalu. Selain melakukan kegiatan penanaman pohon, juga diadakan kegiatan pembersihan kaca gedung Dekanat Fakultas Ekonomi dihari yang sama.
Mira Gusmayani selaku ketua pelaksana kegiatan mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sebagai pengabdian kepada Fakultas Ekonomi. “Kegiatan kita lakukan untuk Fakultas Ekonomi, termasuk kegiatan bersih-bersih kaca dekanat yang merupakan timbal balik kita, jadi kita bukan hanya organisasi yang datang kepada pihak dekanat saat kita butuh dana saja, melainkan dapat memberikan manfaat juga”, jelasnya.
Dihari yang sama, sebelum kegiatan penanaman pohon juga diadakan upacara kecil yang juga diikuti oleh beberapa mahasiswa yang merupakan perwakilan bari beberapa organisasi di Fakultas Ekonomi. Hadir dalam upacara tersebut Pembantu Dekan II Abukosim, SE, MM,Ak dan Pembantu Dekan III Drs. Bambang Bemby yang merupakan salah satu pendiri MAFESRIPALA 34 tahun lalu. (Ddk)

Reporter: Dedek mareta
Foto: Dedek Mareta
Editor: Kurniahadi
Dikutip dari LPM GS UNSRI

Perpanjangan Beasiswa Dihapuskan, Ini Alasannya


small_64ppa bbm
GS. Unsri (4/2). Belakangan ini banyak kabar yang beredar meyebutkan bahwa program perpanjangan untuk beasiswa PPA dan BBM dihapuskan dan harus mendaftar kembali dari awal. Para mahasiswa juga belum tahu mengapa program perpanjangan beasiswa tersebut dihapuskan. Hal ini seperti yang diungkapkan M. Shalahudin mahasiswa jurusan Ekonomi Manajemen 2011 penerima beasiswa BBM 2012. Ia mengaku bahwa belum mengetahui alasan program tersebut dihapuskan. “Saya belum tahu, memang kenapa sampai dihapuskan?” ungkapnya bingung.
Kabar dihapuskannya perpanjangan beasiswa tersebut dibenarkan oleh Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Sriwijaya, Baharudin. SE. Saat ditemui di ruang kerjanya Senin (4/2), ia menjelaskan bahwa penghapusan perpanjangan beasiswa tersebut karena kebijakan PR III Unsri.
“Benar bahwa beasiswa tersebut tidak ada perpanjangan lagi. Ini dikarenakan kebijakan yang dibuat oleh Pembatu Rektor III saat ini. Tujuannya adalah untuk memperbaiki system pembagian beasiswa yang telah ada sebelumya agar tidak salah sasaran lagi dan diterima oleh yang benar-benar membutuhkan” jelasnya.
“Begini, misalkan seorang mahasiswa menerima beasiswa BBM yang dipruntukkan untuk mahasiswa kurang mampu karena memang saat mendaftar ia memenuhi syarat, namun saat semester empat mungkin kondisi ekonominya berubah lebih baik. Maka dari semester lima hingga delapan ia termasuk mahasiswa yang tidak berhak menerima beasiswa dan juga agar tidak menutup jalan kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan beasiswa tersebut.”  Jelasnya kembali.
Ia juga menambahkan bahwa pendaftaran beasiswa tersebut dilakukan selama satu tahun sekali, bukan tiap semester. “Nanti kalo kita lihat di semester genap ia layak mendapat beasiswa, kita langsung cairkan dan tidak perlu mendaftar kembali”, tambahnya.
Mona Ervita, mahasiswi Ilmu Hukum 2011 penerimabeasiswa PPA mengungkapkan pendapatnya mengenai kebikajan baru tersebut. “Bagi saya pribadi mendukung system seperti ini.  Jadi jelas beasiswa PPA dan BBM itu diperuntukan bagi mahasiswa yang benar-benar membutuhkan. Selagi tidak merugikan mahasiswa, tetap saya suka dengan kebijakan seperti ini”, ungkapnya. (Ddk)

Reporter: Dedek Mareta
Foto: Google.com
Editor: Kurniahadi
Dikutip dari LPM GS UNSRI

Lima Keunggulan Student Center Unsri


2012-05-21 13.48.38
GS. Student Center yang berada di kampus Unsri Indralaya tepatnya di belakang stadion Unsri memiliki beberapa keunggulan. Bangunan lima lantai yang merupakan bangunan termegah di Sumatera ini selain sebagai tempat kegiatan mahasiswa juga sebagai tempat penginapan untuk civitas akademika Unsri atau tamu dari luar Unsri. Pada 20 Desember 2012 yang lalu, Crew Gelora Sriwijaya menemui Pembantu Rektor I Unsri Dr. Ir. H. Anis Saggaf, MSCE untuk menceritakan keunggulan dan fasilitas-fasilitas yang ada di Student Center ini.
1.  Kantin higienes, Berpihak Pada Mahasiswa
Pada Lantai satu  student center, Dibawahnya terdapat beberapa ruangan. Ruangan itu diperuntukan bagi ormawa-ormawa yang ada di Universitas Sriwijaya sebagai sekretariat. Selain itu juga ada ruangan besar yang berada di ujung sebelah kanan untuk ruangan rapat. Dibawahnya lagi ada tonjolan  belakang, Ruangan ini dibuat kantin hieginis. Kantin ini mempunyai gizi yang bagus dan murah agar berpihak pada mahasiswa.
2.  Hall Kapasitas 1000 orang
Menjelajahi ruangan di lantai lantai tiga, akan terlihat dua sayap besar yaitu sayap kanan dan sayap kiri. Pada kedua sayap ini terdapat hall yang cukup besar dengan ukuran 50 x 40 meter atau 8 kali ruang rapat senat rektorat yang biasa dipakai mahasiswa Unsri. Kapasitasnya pun cukup besar, hall ini dapat menampung diatas 1000 orang.  Bagian sayap kirinya sama seperti kanan namun bedanya, hall nya diberikan dinding sekat bisa paralel 7 ruangan. Kegunaanya adalah untuk student training center, jika peserta training 1000 orang, hall student center bisa menjadi tempat yang cocok.
3.  Penginapan Sekelas Hotel Berbintang
Di lantai dua, di bagian sebelah kiri  dan kanan kanan ada kamar yang dibuat sekelas fasilitas yang biasa di kamar hotel,  jika naik lagi ke lantai empat dan lima, kedua lantai ini dibuat full kamar penginapan. di lantai lima disediakan kamar eksekutif,  bisa menampung  140 orang untuk bisa menginap.
4.  Perpustakaan Digital, Berlangganan Jutaan Buku
Pada student Center ini lantai dua dibuat agak menjorok kebelakang, disinilah tempat perpustakaan digital berada, yang isinya adalah 500 perangkat komputer yang dilinkan dengan inheriknya  dikti, dengan berlangganan jutaan buku yang dapat diakses oleh mahasiswa. 500 komputer akan dibagi menjadi tiga bagian yaitu 150 khusus untuk mahasiswa ketik mengetik,  ada 150 digunakan  untuk keluar atau terkonek pada web keluar. 200nya lagi untuk mendownload buku dan journal. Mahasiswa hanya tinggal membawa FD saja dan tidak mebayar atau gratis.
5.  Pusat Pelatihan ICT
Disamping digunakan untuk menampung kegiatan, Digunakan sebagai pusat pelatihan ICT. Info untuk saat ini ICT Unsri sudah cukup bagus, akan mencapai 100 mega byte, 2009 masih 4 mega byte, terus naik 25, sampai sekarang menjadi 100 Mega byte.
Reporter: Dheni Puji Rahayu dan Dedek Mareta S
Foto: Dok GS
Editor: Kurniahadi
Dikutip dari LPM GS UNSRI

73 Mahasiswa Unsri Jadi Bagian National Youth Conference


NYC berita
GS. Dalam rangka menyambut hari jadinya yang kedua.YouthCre Indonesia kini menyelenggarakan acara bertajuk National Youth Care (NYC) dengan mengusung tema “Satu Hati, Satu Visi, Satu Aksi Menginspirasi Indonesia”.
Acara yang berlangsung pada hari Minggu (20/01/2013) di Aula Nurul Badar Pasar Minggu Jakarta ini mengundang beberapa tokoh terkenal  seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Wakil Ketua DPR-RI Anis Matta, Anis Baswedan, dan lain-lain.  Selain seminar, acara tersebut juga akan mengadakan Aksi Damai Sinergi Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia sebagai penutup dari rangkaian acara tersebut.
Dari data yang di update oleh panitia NYC Jakarta, Universitas Sriwijaya menempati posisi teratas dalam jumlah patisipan yang terdiri dari 3 panitia dan 70 peserta diatas UNNES dan UNILA.
Acara yang  panitianya dari seluruh Indonesia ini cukup berhasil mengajak banyak peserta. Dari data terakhir yang di posting melalui grup, Peserta National Youth Conference lebih dari 500 peserta.
Lita, mahasiswi FISIP Sosiologi 2011 yang menjadi salah satu peserta NYC mengungkapkan alasannya mengikuti acara tersebut. “saya tau acara ini dari teman dan saya langsung ikut, karena selain dari ingin mendapatkan teman baru, saya juga ingin tahu apa itu NYC, tujuannya dan apa saja yang akan dibahas diacara tersebut”. (ddk)

Reporter : Dedek Mareta
Foto        : Youthcare Indonesia
Editor     : Serli Lestari
Dikutip dari LPM GS UNSRI

Bus Kuning Mogok Operasi, Mahasiswa Unsri Terlantar


Images0852
GS. Hambatan mahasiswa Unsri untuk kuliah ke Kampus Indralaya Senin (3/12/2012) kembali terjadi. Setelah beberapa hari lalu perjalanan menuju kampus Indralaya terganggu oleh kemacetan lalu lintas, kali ini justru bus yang seharusnya mengantar mahasiswa ke Kampus Indralaya mogok operasi. Hal tersebut diakibatkan karena bus-bus terjebak di tanah lengket tempat bus-bus tersebut diparkir di dekat pintu samping Kampus Unsri Bukit (Jalan Al-Ghazali).
Saat dikonfirmasi, seorang sopir bus mahasiswa yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan bahwa sebagian besar bus terjebak di tanah lengket dan masih diupayakan untuk dikeluarkan. “Ini bis kita terjebak disana, sekarang sedang diupayakan untuk dikeluarkan dari tempat tersebut”, ungkapnya.
Sayangnya, setelah sebagian bus tersebut berhasil keluar dari lokasi tersebut, justru para sopir malah memarkir kembali kendaraan dan bukan beroprasi untuk melayani mahasiswa. Mecy Agusmin, mahasiswi jurusan Pendidikan Ekonomi FKIP 2012 yang berinisisatif bertanya kepada sopir-sopir tersebut menungkapkan bahwa mereka kesal karena bus tersebut dipindahkan parkirannya ketempat yang tidak layak. “Tadi kami bertanya kepada mereka, namun ternyata mereka “ngambek” karena parkirannya dipindah ketempat itu, sehingga saat hujan tanah tempat parkir tersebut jadi becek dan bus susah dikeluarkan.”, ungkapnya.
Mogoknya operasional bus tersebut  tentunya membuat sebagian besar mahasiswa Kampus Indralaya yang berangkat dari Kampus Bukit Terlantar. Tak beroprasinya bus angkutan mahasiswa dari Kampus Bukit ke Kampus Indralaya  hari ini membuat tumpukan mahasiswa sebagai penumpang bus tersebut menumpuk di halte Unsri Bukit. Dari pantauan Crew GS, hingga pukul 08.00 WIB mahasiswa masih menunggu bus di halte bus mahasiswa maupun halte bus Transmusi. Hal ini tentunya membuat mahasiswa terlambat kuliah, bahkan tidak sedikit yang membatalkan kuliahnya.
Bus mahasiswa yang beroperasi sendiri hanya dua bus, itupun setelah sampai Indralaya kembali lagi ke Palembang dan tidak mengangkut mahasiswa lagi. Bus Transmusi yang baru tiba kembali ke Kampus Bukit pukul 09.00 WIB langsung diserbu mahasiswa yang ingin menjalankan niat kuliahnya. Tak ayal, beberapa mahasiswa yang ikut berebut masuk Transmusi harus berdesak-desakan bahkan salah seorang mahasiswa terjatuh dari tangga halte bus saat mengantri. Beberapa dosen juga terlihat sabar mengantri untuk dapat masuk ke dalam bus Transmusi.
Sampai pukul 09.30, belum seluruh mahasiswa dapat berangkat ke kampus dan banyak yang mengurungkan niatnya untuk kuliah. Seperti yang diungkapkan Ardian Syahputra, Mahasiswa Manajemen 2012 yang telah menunggu bus sejak pagi namuin belum dapat berangkat ke kampus. “Dari jam 7 disini, ditunggu sampai jam 10 belum juga dapat bus”, ungkapnya.   (ddk)
Reporter: Dedek Mareta
Foto: Dedek Mareta
Editor: Dheni Puji Rahayu
Dikutip dari LPM GS UNSRI

Para Pecinta Seni, Mari Gabung Disini


biola-300x247
GS. Kabar gembira untuk para mahasiswa Universitas Sriwijaya  pecinta seni, KOMPENI atau Komunitas Pecinta Seni saat ini sedang mengadakan Open Recruitmen untuk mencari anggota baru. Komunitas yang berdiri pada 14 Februari 2010 tersebut sedang mencari generasi kedua untuk devisi seni musik, seni tari, seni lukis, olah vocal dan teater.
Menurut Sisca Sabadini, mahasiswi jurusan Ilmu Administrasi Negara 2010 selaku wakil ketua umum KOMPENI mengungkapkan “Open recruitmen ini tidak hanya berlaku untuk mahasiswa Universitas Sriwijaya saja tetapi untuk umum juga”.
“Untuk bergabung dengan Kompeni cukup melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan mengisi formulir dan mengikuti proses LDO yang akan diadakan pada 15 Desember 2012 mendatang serta membayar kontribusi sebesar Rp. 35.000”. Tambahnya.
Masa pendaftaran dibuka sejak 19 November hingga 10 Desember 2012. Bagi kalian yang mempunyai minat di dunia seni serta ingin berbagi dan belajar. Cukup datang ke posko dan daftarkan diri. (Ddk)
Reporter : Dedek Mareta
Foto : Dok. GS
Editor : Serli Lestari
Dikutip dari LPM GS UNSRI

Seru! GEBYAR GS XIX Bersama Kang Ade dan Gustav Aulia


IMG01375-20121125-1113
GS.  Lembaga Pers Mahasiswa Gelora Sriwijaya Unsri kembali menggelar event tahunan GEBYAR GS XIX. Tahun ini LPM GS mengambil tema “Explore Your Talent Get Succeed On Camera” dengan menghadirkan  Fotografer profesional kang Ade dari sekolah Fotografer Magnus dan News anchor nasional Gustav Aulia presenter berita RCTI di Aula pasca sarjana Unsri Bukit Palembang, Minggu (25/11/2012).
Tidak hanya seminar, acara yang berlangsung dari jam 08.00 sampai 16.00 ini juga dikemas dengan variasi lomba-lomba yang terdiri dari Lomba News Anchor, mading, Fotografi, Gambar, dan esai. Juri dari News Anchor sendiri di ambil alih langsung oleh Gustav Aulia. GEBYAR GS XIX dibuka langsung oleh Pembantu Rektor III Unsri dr. Syarif Husein, MS dan dihadiri sebanyak 316 peserta yang terdiri dari mahasiswa Unsri, Pelajar, mahasiswa diluar Unsri dan umum.
Pemateri dalam GEBYAR GS XIX dimulai dengan seminar fotografi oleh Kang Ade tentang bagaimana menjadi seorang fotografer, jenis-jenis kamera dan teknik dalam  pengambilan gambar. kang Ade juga menampilkan foto-foto jurnalistik dalam seminarnya.
“Seru acaranya, bermanfaat banget, ada materi fotografi, ada juga tentang bagaimana menjadi news anchor dari Gustav Aulia.” Ungkap Medina salah satu peserta seminar.
Dalam pemaparan materi Gustav Aulia menjelaskan tentang bagaimana menjadi presenter berita, dimana presenter berita selalu diterjunkan dulu ke lapangan, hal ini dimaksudkan agar presenter bisa melihat apa yang benar-benar fakta dan menjiwai berita itu. Gustav Aulia juga mejelaskan bagaimana teknik khusus dalam membaca sebuah script berita. tak hanya itu, Praktik langsung menjadi seorang news anchor juga dilakukan oleh Gustav Aulia dengan interaksi langsung dengan peserta seminar. Sehingga suasana seminar menjadi lebih hidup dan ramai.
“Menjadi presenter bukan hanya modal fisik dan wajah tapi harus punya integritas.” Kata Gustav.
Dedek Mareta S. B Manajemen 2011 selaku Ketua pelaksana mengungkapkan harapannya agar tahun selanjutnya GEBYAR GS bisa berlangsung lebih sukses dan dapat bermanfaat bagi orang banyak. “Harapannya semoga GEBYAR GS lebih sukses, dan bermanfaat bagi semua orang” katanya. (den)
Reporter: Dheni Puji Rahayu
Foto: Dheni Puji Rahayu
Editor: Kuriahadi
Dikutip dari LPM GS UNSRI